Balik dari Mudik :)

Hellow!

Buat teman2 semua, maaf lahir batin yaa.. *cipika cipiki* Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan ramadhan berikutnya beserta seluruh keluarga tercinta.. Aamiin..

Masih belum bisa move on dari suasana liburan nih 😦 Bisa ngumpul bareng keluarga dalam keadaan sehat dan bahagia itu sungguh indah yaa.. Alhamdulilaaah..

Setelah 10 hari mudik, kumpul2 sama keluarga dengan agenda makan-tidur-main-makan lagi-tidur lagi, trus hari ini harus kembali ke kubikel itu rasanya seperti patah hatiiii.. huhuhuhu.. 😦 Belum lagi badan rasanya remuk redam dan meriang menjelang flu gara2 ketularan krucil-krucil ponakans di rumah. Bawaannya kepingin ndlosor dan tiduran aja.. Boleh nambah libur lagi gak? *ditoyor pak Boss*

Lebaran trus ketemu keluarga besar dan tetangga2 itu sebenernya menyenangkan asalkaaaan gak ketemu yang usil aja. Contohnya orang2 yang menatapku dengan heran trus nanya,”Lho, belum isi juga? Bukannya nikahnya udah lama?” Ato yang pas salaman tiba2 pegang perutku sambil bilang, “Ayo cepetan punya baby, nunggu apa lagi sih?”dengan tatapan penuh selidik. Dan yang paling sedih waktu ada yang bilang,”Jangan nunda untuk punya anak hanya karena sibuk nyari duit lho ya”. May sound wise, but it’s hurt me 😦 *sroot* *ambil tisu* *self pukpuk*

Tapi ya sudahlah, dimaapin kok mumpung masih lebaran 😀

Mereka bilang begitu ‘hanya’ karena mereka tidak tahu we have been struggling to get a baby for years, mereka gak tahu rasanya hati yang mencelos everytime i get my period, mereka gak tahu rasanya bolak balik ke dokter, minum obat, suntik hormon, periksa darah, awkward-nya di USG Transvaginal, bla bla bla.. They just never know because they never walk in my shoes.

Kalo aku risih gara2 ditanyain kapan punya baby, kakakku yang lagi hamil anak kedua juga risih ditanyain,”Lho, udah isi lagi? Yang ini umur berapa kok udah mau punya adik lagi?”ato “Ya ampun, kasian ya, masih kecil udah punya adik, belum puas manjanya” Geli sekali waktu liat orangnya ngomong begitu dengan wajah prihatin. Hihihi.. *pukpuk kakak*

Nah! Ga ada yang bener kan ya di mata orang lain yang cuma bisa menilai berdasarkan prasangka mereka sendiri? Jadinya yo wis ben, gak usah dipikirin, gak usah diambil hati. Biarin aja.

Lho??? Kok malah jadi curhat padahal awalnya tadi cuma mau nyeritain mudik lhoooo hihihi.. Tapi gapapa juga sih, setelah ngerasain gak enaknya di-kepo-in sama orang yang sok tahu, ini jadi reminder untuk diriku sendiri agar lebih menghargai perasaan orang lain.

Everyone is fighting their own unique battle. You never know what they’re going through,  just like they have no clue what you’re going through.

But we never lost anything in appreciating others, instead we become a better person. Yes? 😀

Blog at WordPress.com.

Up ↑