CLBK

CLBK edisi kali ini maksudnya adalah Cobaan Lama Bersemi Kembali. Hahaha 😀

Masalah hidup paling berat buat ibu-ibu selain masalah berat badan adalah ketika ada masalah sama ART. Ah. The “perks’ of being a working mom yang mau ga mau harus bergantung pada ART. Banyak kompromi yang harus dilakukan, kadang sebel tapi karena ‘kalah butuh’ jadinya harus sedikit mengalah.

“Kenapa ga nyari ART baru aja?”

Bukannya ga pernah berpikir ke arah situ, tapi ART baru pun belum tentu lebih baik dari yang sekarang. Belum lagi yang jadi “korban” nantinya adalah Quinn, dia yang harus adaptasi sama si mbak baru.

“Kenapa ga ditaruh di daycare aja?”

Sudah pernah dicoba. Hasilnya adalah… Quinn stress berat selama disana. Mungkin salahku juga yang tiba2 aja langsung naruh dia di daycare tanpa “perkenalan” terlebih dahulu jadinya dia bingung karena berada di tempat asing dengan banyak orang dan rame dengan anak-anak kecil berlarian kesana kemari. Proses adaptasinya si Quinn di daycare ga mudah, kirain lama kelamaan dia makin terbiasa dengan suasana barunya, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Seharian nangiiiis aja, ga mau makan dan ga mau minum. Seminggu trial di daycare adalah saat2 terberat buat aku dan juga buat Quinn. Selama ditaruh di daycare, tiap tengah malam dia terbangun sambil nangis kejer trus hanya mau bobo lagi kalo dipeluk sambil digendong, ga mau ditaruh di tempat tidur lagi, begitu terus sampe pagi. Belum lagi kadang nangisnya sampe bikin dia muntah berkali-kali. Ditambah lagi drama yang terjadi setiap pagi sebelum diantar ke daycare. Patah deh hati ini. Mengobati stressnya juga ga gampang, traumanya dia baru bisa hilang setelah berminggu-minggu. Bahkan sampe saat ini kalo diajak main ke tempat yang ramai dan banyak anak kecilnya dia langsung pasang muka stress.

Selain itu, mengingat jam kerjaku yang entah akan seperti apa di tempat baru nanti, takutnya Quinn malah kelamaan di daycare karena aku ga bisa pulang cepet . Jadi itu alasannya mengapa untuk saat ini daycare belum bisa jadi solusi.

“How about resign and become a full time mother?”

Sempat juga berpikiran ke arah situ tapiii.. belum punya keberanian untuk merealisasikannya. Aku melihat banyak working mommy yang bisa deal with this problems dan bisa  melewati fase-fase ini. Untungnya juga selama ini aku punya atasan dan rekan kerja yang paham banget masalah ini karena mengalami juga hal yang sama. Semoga saja nanti di tempat kerja baru aku juga akan dipertemukan dengan atasan dan rekan kerja yang sama baiknya dengan disini. Aamiin #tolongSiwiyaAllah

Advertisements

Move On

Minggu-minggu terakhir di bulan Desember ini penuh dengan acara perpisahan karena mulai Januari 2017 aku dan beberapa teman akan berada di tempat lain, sedangkan teman2 lainnya akan tetap tinggal disini. Sama-sama berjuang, sama-sama beradaptasi dengan perubahan, sama-sama menguatkan, sama-sama berjanji untuk tidak saling melupakan.

9 tahun disini bukan waktu yang singkat, tetapi jalan masih panjang dan pilihan sudah ditetapkan. Harus tetap melangkah ke depan, ga perlu sedih, ga perlu baper, harus bisa move on, karena semua akan (p)indah pada waktunya. Haha 😀

We’ve made our decisions. We’ve taken our choices. What’s left is only handful of emotions. (Auliq Ice)

 

 

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑