Weekly Journal (1): Kehilangan

Saat jabat tangan mulai merenggang.
Tanda perpisahan menjelang datang
Ingin kutahan langkahmu sekejap
Tuk berucap kita pernah bersahabat..

Sadar gak sih, makin kesini lingkaran pertemanan itu akan menjadi semakin kecil. Tapi jangan sedih, may your circle decreases in size, but increases in value.

Makin kesini juga makin sadar kalo teman sejati tak akan pernah pergi, meskipun ga harus ngobrol setiap hari tapi dia akan selalu ada kapanpun kamu bilang, “Butuh curhat niii”.

Dan.. dia bukan kamu. Yang menghilang begitu saja. Even you didn’t reply my last message.

Dan.. sayangnya aku juga bukan orang yang gigih berjuang untuk meruntuhkan tembok itu. It’s not me who built that wall. You did.

Dan.. Apalagi yang bisa menciptakan jarak selain ego yang tinggi? Distance does not separate people. Silence does.

Dan.. Sekarang.. You’re world away. We are so far way.

But.. Honestly.. If only you know, it’s breaking me i’m losing you.

It still break my heart.

Till now.

*

PS: Tadi nemu tulisan ini di draft entah dari zaman kapan. Boleh kan ya ditulis disini, biar blog-nya ga sepi2 amat 😀 Izinkan aku punya janji suci untuk menulis setidaknya satu post setiap minggu. Ehm.. Semoga sempat ya.. Tiba2 merasa ga yakin sama diri sendiri hahaha #plak

And for those who wonder about “the-person-who-used-to-be-my-best-friend” on the story above, ehm.. kasih tau gak ya?

Ga usah aja ding.

Sometimes, something are better left unsaid.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: